Kamis, 24 Agustus 2017 - 12:02 WIB RSS Pedoman Pemberitaan Kontak

PEMIMPIN YANG MENJAGA AMANAH SEBAGAI KARUNIA ALLOH SWT

Minggu, 05 Juli 2015 | 16:36 WIB

korem 061 PEMIMPIN YANG MENJAGA AMANAH SEBAGAI KARUNIA ALLOH SWT

     Komandan Korem 061 /Sk Kolonel Inf Fulad S.Sos., M.Si., menjadi penceramah dalam acara Tauziah di Masjid An Nur Sempur Kota Bogor. Minggu (5/7).

     Dalam ceramahnya Danrem menyampaikan tentang PENYAKIT SEORANG PEMIMPIN dimana Pemimpin adalah seseorang yang dikarunia amanah oleh Alloh SWT.

     Danrem mengatakan. Banyak yang timbul perubahan yang mendasar dimana tadinya sebelum mempunyai jabatan apa-apa bersikap secara santun dan sederhana , akan tetapi setelah dapat kedudukan / jabatan timbul hasrat untuk di hormati , di hargai dan di layani.

     Sehingga banyak diantara manusia yang menjadi pemimpin terkena penyakit baru yang disebut dengan Penyakit Seorang Pemimpin.

     Setidaknya ada 5 ( lima ) macam jenis penyakit seorang pemimpin yaitu:

     Pertama. Penyakit kesombongan ( takabbur ). Yaitu melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain, Sebagaimana Firman Alloh SWT dalam Al Qur'an surah Al Israa ayat 37, yang artinya " Janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung ".

     Kedua. Penyakit " Iri Hati ". Sebagaimana Alloh SWT melarang kita untuk iri dan dengki terhadap nikmat oranglain, karena sesungguhnya rezeki yang mereka dapatkan sesuai dengan usaha dansudah jadi ketentuan Nya. Dalam Islam, persoalan iri hanya boleh dalam 2 ( dua ) hal yaitu Hal bersedekah dan menuntut Ilmu. Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara , yakni seorang yang diberi Alloh harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seseorang diberi Alloh ilmu dan kebijaksanaan lalu dia melaksakan dan mengajarkannya.

     Ketiga. Penyakit " Nafsu ". Dalam Al Qur'an nafsu manusia dibagi dalam 3(tiga) jenis antara lain:Nafsu Amarrah Bissu',Nafsu Lawwamah,Nafsu Mutmainnah. Dan setiap manusia yang di ciptakan oleh Alloh SWT mempunyai nafsu. Nafsu yang terdapat pada manusia adalah ujian. Jika manusia mampu menguasai nafsunya maka dia sudah berhasil mengatasi ujian Alloh SWT, yang cukup berat ini.

     Keempat. Penyakit " Suka menyalahkan orang lain". Mereka yang hidupnya menyalahkan orang lain, akan menunjukkan kualitas rendah sebagai manusia . Kebiasaan menyalahkan orang lain akan menutup pemahaman tentang siapa dirinya. Dalam kehidupan sehari-hari, coba perhatikan orang yang suka menyalahkan orang lain. Dia tidak pernah bisa berubah dari kebiasaan buruknya, Kesalahan yang dilakukannya merasa bukan perbuatannya dan selalu melihat sebabnya dari orang lain. Biasanya orang-orang seperti ini tidak akan pernah bisa diterima kehadirannya di masyarakat.

     Kelima. Penyakit "Lari dari tanggung jawab". Tanggung jawab seorang berkaitan erat dengan kewajiban yang dibebankan kepadanya. Semakin tinggi kedudukannya di masyarakat akan semakin tinggi pula tanggung jawabnya. Seorang pemimpin Negara bertanggung jawab atas perilaku dirinya, keluarganya, saudara-saudaranya , masyarakatnya, dan rakyatnya. Hal ini ditegaskan Alloh SWT sbb: " Wahai orang - orang mukmin peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ( At Tahrim 6 ) sebagaimana yang di tegaskan Rosululloh SAW:" Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya. Tanggung jawab vertikal ini bertingkat-tingkat tergantung levelnya, mulai Kepala keluarga, Kepala desa, Camat, bupati, gubernur dan Kepala Negara, semua ini akan dimintai pertanggung jawabannya sesuai ruang lingkup yang di pimpinnya. Seorang mukmin yang cerdas tidak akan menerima kepemimpinan itu kecuali ekstra hati-hati dan senantiasa akan memperbaiki dirinya, keluarganya dan semua yang menjadi tanggungannya. Para salafus sholih banyak yang menolak jabatan sekiranya ia khawatir tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

     Diakhir ceramah Danrem mengatakan Semoga kita bisa menjadi khalifah di dunia ini yang bisa membawa kebaikan, membawa kesejahteraan rakyat, dan bisa mewujudkan negeri ini yang baldhatun toyyibatun warrobbun ghofur , serta dijauhkan dari penyakit - penyakit manusia yang sangat di larang oleh Alloh SWT, Waallohu a'lam.

     Tampak hadir dalam acara Tauziah ini, Kasipersrem 061/Sk Letkol Caj Agus Wahid, Kasiopsrem 061/Sk Mayor Inf Ibnu Suhermanto, para sesepuh dan di ikuti lebih dari 300 orang jama’ah. ( Penrem 061/Sk ).

    Baca Juga:



    Berita Lainnya :

    DANREM 061/SK KOLONEL INF FULAD, S.SOS, M.SI MEMBUKA PENCANANGAN PENGEMBANGAN SWA SEMBADA DAGING

             Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam hal sandang dan pangan di..

    DANREM 061/SK APRESIASI TERBENTUKNYA PAPPRI KOTA BOGOR

         Komandan Korem 061/Sk Kolonel Fulad, S.Sos, M.Si mendukung dan mengapresiasi pengukuhan dan..

    PANGDAM III/SLW BESERTA DANREM 061/SK KUNJUNGI PONPES AL- ASHRIYYAH NURUL IMAN

         Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Fulad, S.Sos., M.Si., mendampingi Pangdam III/Siliwangi..

    TRANSMIGRASI MEMBERIKAN KESEJAHTERAAN BAGI PRAJURIT YANG AKAN PURNA TUGAS

             Dalam rangka meningkatkan sumber daya Prajurit dan PNS yang memasuki masa..

    Kodim 0621/ Kab Bogor

               

    PPBN BENTUK NASIONALISME GENERASI MUDA

         Komandan Korem 061/Sk Kolonel Inf Fulad, S.Sos., M.Si., yang diwakili oleh Kepala Staf Korem..

    TINGKATKAN KERJASAMA PENUH KEKELUARGAAN DALAM LEPAS SAMBUT DANDENKESYAH 03.04.01 BOGOR

            Bertempat di Denkesyah 03.04.01 Bogor Jalan Jend. Sudirman No 8 Kota..

    PANEN RAYA DITENGAH KEKERINGAN JADIKAN HARAPAN DAN MOTIVASI KETAHANAN PANGAN

          Komandan Korem 061/Sk Kolonel Inf Fulad, S.Sos,.M.Si.,didampingi Asisten II Kab...

    DANREM 061 /SK HADIRI ACARA GELAR TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN DI KAB. SUBANG

            Komandan Korem 061/Sk Kolonel Inf Fulad S.Sos., M.Si., menghadiri Acara..

    SILATURAHMI MEMPERKUAT UKHUWAH ISLAMIYAH

           Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Mirza Agus mengunjungi kediaman Habib Novel..


    Indeks

    Video

    Copyright © 2017 - Korem 061 / Suryakancana