Korem 061/Suryakancana
Jl.Merdeka No.64 Bogor

 

Sejarah

SEJARAH SINGKAT
KOREM 061/SURYAKANCANA

1. Latar Belakang
a. Sejarah nama Suryakancana

Pada tahun 1550 sesudah Masehi + 15 Km disebelah Utara Kota Cianjur terdapat sebuah negara Cianjur yang disebut Cikundul dipimpin oleh seorang bernama Raden Jaya Lelana / Ngabehi Jaya Sasana yang pada usia 23 tahun mendapat gelar ARIA WIRA TANU  Putra dari RADEN KANARUN ( R. Kyai Aria Wangsa Goparana / Eyang Nangka Beurit ).

Raden Aria Wiratanudatar menikah dengan putri Jin bernama  Nyai Tina Dewi Srina putri dari Kyai Zubaedi Raja Jin Islam di Negeri Batu Agung Tengger Agung Sagala Herang , dari perkawinan tersebut dikarunia 3 orang putra/putri yaitu :

  1. Raden Suryakancana.
  2. Nyai Sukaesih Carangcang Kancana.
  3. Raden Andaka Sejagat.

Raden Suryakancana hidup secara gaib/halus ia sangat sakti, arif dan bijaksana. Beliau pernah berjanji kepada ayahnya untuk bersedia menjaga keamanan, kedamaian dan kesejahteraan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah Bogor, Sukabumi dan Cianjur di sekitar Gunung Gede komplek.   Itikad baik dan pengabdian yang luhur demi kepentingan masyarakat, maka nama Suryakancana menjadi harum dari dahulu, kini dan akan datang.

b. Sebelum dan sesudah Proklamasi.
 

Pada waktu jaman  Jepang mendekati kekalahannya    saat   Perang Dunia-II, banyak pemuda/pemudi Indonesia yang di didik kemiliteran oleh tentara Jepang untuk membantu Jepang dalam rangka menghadapi Sekutu.  Tidak luput pula beberapa Pemuda/Pemudi Indonesia asal Bogor, Sukabumi dan Cianjur yang ditempa dan mendapat pendidikan tersebut.

Mengetahui Jepang menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu, maka timbullah tekad dan semangat para pemuda/pemudi dari seluruh lapisan masyarakat untuk bangkit bersama dan memanfaatkan situasi mempersiapkan diri berjuang merebut kemerdekaan.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, maka pemuda/pemudi diwilayah Bogor dan sekitarnya bersatu padu terpanggil untuk mempertahankan Kemerdekaan.   Atas prakasa beberapa pemuda yang pernah mengikuti Pendidikan Militer tentara Jepang yaitu Doellu Abdoelah, Ibrahim Adjie, Abing Sarbini, Toha, Effendi MS, H. Dasuki Bakri, Ishak Djuarsa, TB Muslihat, Tarmat W, Saptaji HP, Sukarya dan Sukma Cs, maka di wilayah Bogor dibentuk Badan Keamanan Rakyat ( BKR ).  Berdasarkan Maklumat Pemerintah RI tanggal 5 Oktober 1945 dibentuklah Organisasi Tentara Keamanan Rakyat disingkat TKR demikian pula Karesidenan Bogor mengeluarkan maklumat pada tanggal 27 Oktober 1945, dibentuklah TKR untuk wilayah Bogor dan sekitarnya terdiri dari 2 ( dua ) Resimen yaitu :

  1. Resimen Bogor
    Membawahi 4 Batalyon organik dengan Komandan Resimen pertama yaitu Letkol Husein Sastranegara dan Komandan Resimen kedua yaitu Letkol Hidayat.   Peresmian Resimen Bogor pada tanggal 15 Nopember 1945.
  2. Resimen Sukabumi
    Membawahi 4 Batalyon organik dengan Komandan Resimen pertama yaitu Letkol Acun Basuki kemudian diganti oleh Letkol Edi Sukardi sebagai Komandan Resimen kedua.

    Kedua Resimen tersebut masuk pada struktur organisasi Divisi-II Sunan Gunung Jati yang dipimpim oleh Kolonel Asikin.  Pada tanggal 20 Mei 1946 Divisi-I, II dan III dilikwidasi menjadi Divisi Siliwangi dengan Komandan Divisi yaitu Mayor Jenderal AH. Nasution,  sedangkan Resimen Bogor dan Resimen Sukabumi disatukan menjadi satu Komando Tempur yaitu menjadi Brigade-II/Suryakancana dengan tambahan pengembangan 1      ( satu ) Resimen yaitu Resimen Cianjur.  Brigade-II/Suryakancana denganh Komandan pertama Letkol Edi Sukardi membawahi 3 ( tiga ) Resimen yaitu :

    1. Resimen Bogor dengan Komandan Mayor AE. Kawilarang.
    2. Resimen Sukabumi dengan Komandan Letkol Abdulrahman.
    3. Resimen Cianjur dengan Komandan Mayor Kusno Utomo.

    Atas perintah Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI tanggal 5 Mei 1949 Badan-badan perjuangan dilikwidasi kedalam tubuh Tentara Nasional Indonesia disingkat TNI.     Kemudian Brigade-II/Suryakancana turut pula disempurnakan dengan Komandan Letkol AE. Kawilarang mempunyai 7       ( tujuh ) Batalyon organik yaitu :

    1. Batalyon VI dengan Komandan Batalyon Mayor Kusno Utomo.
    2. Batalyon VII dengan Komandan Batalyon Mayor R.A. Kosasih.
    3. Batalyon VIII dengan Komandan Batalyon Mayor Ibrahim Adjie.
    4. Batalyon IX dengan Komandan Batalyon Kapten Effendi.
    5. Batalyon X dengan Komandan Batalyon H. Dasuki.
    6. Batalyon XI dengan Komandan Batalyon Kapten Kemal Idris.
    7. Batalyon 153 dengan Komandan Batalyon Kapten Hamid.

    Berdasarkan Perintah Pimpinan Angkatan Perang RI yaitu dengan sebutan Perintah Siasat Nomor : 01/SIOP/1948 tentang perintah perubahan taktik dan strategi bagi TNI yang tadinya menggunakan taktik pertahanan lini yang statis menjadi taktik gerilya yang aktif dengan penyerangan-penyerangan pendadakan kepada pemusatan pasukan Belanda.

    Karena keadaan dan situasi maka Divisi Siliwangi dijadikan Kesatuan Reserve Umum yang disingkat KRU ” Z ”yang membawahi 3 Brigade yaitu :

    1. Brigade XII/K.RU ”Z” dibawah pimpinan Letkol Kusno Utomo.
    2. Brigade XIII/K.R.U ” Z ” dibawah pimpinan Letkol Sadikin.
    3. Brigade tambahan KRU ” Z ” dibawah pimpinan Letkol Sukardi.

    Ketiga Brigade tersebut saat Ibu Kota RI berpindah ke Yogyakarta maka Brigade XII, XIII dan tambahan Brigade K.R.U ” Z ” turut hijrah pula ke Yogyakarta, Solo dan Magelang.   Pada bulan Pebruari 1949 setelah pengakuan kedaulatan RI di Den Haag Brigade K.R.U ” Z ”  mengadakan Long March selama 49 hari kembali ke Bumi Siliwangi Jawa Barat yaitu Cianjur, Bogor dan Sukabumi.

2. Riwayat Komando Militer Daerah IV wilayah Bogor.
K.M.D IV Brigade 15  Siliwangi membawahi 3 Batalyon  organik yaitu :
  • Batalyon ” J ” dengan Komandan Batalyon Kapten Tarmat W. berkedudukan di Bogor.
  • Batalyon ” H ” dengan Komandan Batalyon Kapten Suyoto berkedudukan di Cianjur.
  • Batalyon ” I ” dengan Komandan Batalyon Kapten Mursid berkedudukan di Sukabumi.
Pada tanggal 20 Mei 1950 K.M.D IV diganti namannya menjadi Brigade       ” D ” dengan Komandan Brigade Letkol Sambas Atmadinata.  Brigade ” D ” membawahi 2 Batalyon Infanteri yaitu :
  • Batalyon Infanteri 1513 dengan Komandan Batalyon Kapten Inf Lukas Kustaryo.
  • Batalyon Infanteri 1515 dengan Komandan Batalyon Kapten Inf D. Mahmud Pasha.
Pada tanggal 1 Juni 1952 Brigade ” D ” diganti namanya menjadi Resimen Infanteri 8 dengan Komandan Brigade Letkol Sambas Atmadinata. Resimen infanteri 8 membawahi 3 Batalyon  organik  yaitu :
  • Batalyon Infanteri 310 berkedudukan di Cianjur.
  • Batalyon Infanteri 315 berkedudukan di Cipayung Bogor.
  • Batalyon Infanteri 329 berkedudukan di Sukanegara.

Pada tanggal 20 Mei 1958 Resimen Infanteri 8 diganti namanya menjadi Korem Bogor dengan Komandan Korem yaitu Letkol R. Achmad Wiranatakusumah.

Pada tanggal 4 Juli 1960 nama Korem Bogor diganti namannya menjadi Komando Resor Militer 061/Suryakancana dengan Komandan Korem yaitu Letkol M. Ishak Djuarsa.  Dengan tekad ” LEBIH BAIK HANCUR TETAPI BERHASIL DARI PADA UTUH TETAPI GAGAL ”  Korem 061/Suryakancana membentuk Satuan Tugas Komando Operasi yang melahirkan operasi  ” Pager Betis ” untuk menumpas DI/TII di Gunung Pangrango, Gunung Gede dan Gunung Salak serta Bandung Selatan.   Operasi Pager Betis ini selanjutnya menjadi Pola Operasi penumpasan DI/TII di Jawa Barat.

Hasil tugas operasi penumpasan DI/TII antara lain telah  menangkap tokoh pemberontak yang tertangkap yaitu Ateng Jaelani dan Zaenal Abidin Cs.    Dari pengalaman tugas operasi telah lahir Motto yang dapat membangkitkan semangat juang  dan  pengabdian yaitu ” WAWANEN JEUNG WIWAHA CARINCING BARI WASPADA ”  yang artinya Keberanian dengan perhitungan, siap sedia sambil tak lengah.  Motto inilah yang menjadi Sasanti Korem 061/Suryakancana.

Kedua sasanti tersebut sampai saat ini masih dipegang teguh oleh Prajurit Korem 061/Suryakancana dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kedepan Korem 061/Suryakancana bersama masyarakat Bogor, Sukabumi dan Cianjur harus selalu waspada dengan tetap siap sedia menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks.

3. Pengalaman Tugas Operasi yang dilaksanakan antara lain :
  • Penumpasan DI/TII Kartosuwiryo 1949-1962.
  • Penumpasan Apra Bandung/Makasar 1950.
  • Penumpasan RMS 1950
  • Menumpas DI/TII Kahar Musakar 1954-1964.
  • Menumpas pemberontakan PRRI/Permesta 1957-1960.
  • Tugas operasi pembebasan Irian Barat 1962.
  • Operasi Dwikora 1963.
  • Penumpasan G.30 S/PKI 1965
  • Turut serta operasi Seroja Timor- Timur 1976, 1978, 1987 s.d. 1989, 1991, 1997 dilanjutkan GPK Timor Timur.
4. Sejak berdirinya Korem 061/Suryakancana para Perwira yang dipercaya menjabat Komandan sebagai berikut :
  • Komandan  ke-1  dijabat   oleh   Letkol R.A. Kosasih   dari   tahun 1949 s.d 1950
  • Komandan ke-2 dijabat oleh Letkol Sambas Atmadinata dari tahun 1950 s.d 1953
  • Komandan ke-3 dijabat oleh Letkol Suwarto dari  tahun 1953 s.d 1954.
  • Komandan ke-4 dijabat oleh Letkol R. Achmad Wiranatakusumah dari tahun 1954 s.d 1958
  • Komandan  ke-5  dijabat    oleh  Letkol D. Soemartono  dari tahun 1958 s.d 1960.
  • Komandan  ke-6 dijabat   oleh   Letkol M.   Ishak    Djuarsa dari tahun 1960 s.d 1962
  • Komandan   ke-7   dijabat oleh Letkol Soeharsid Wiriya dari tahun 1962 s.d 1962
  • Komandan   ke-8   dijabat   oleh    Kolonel   Poniman   dari   tahun 1962 s.d 1963
  • Komandan ke-9 dijabat oleh Kolonel Alex Prawiraatmadja dari tahun 1963 s.d 1966.
  • Komandan  ke-10  dijabat oleh Letkol   Abdul Firman  dari    tahun 1966 s.d 1967.
  • Komandan  ke-11 dijabat   oleh   Kolonel   E. Suratman dari tahun 1967 s.d 1970
  • Komandan   ke-12 dijabat oleh Kolonel Djalil Hanafiah dari tahun 1970 s.d  1974.
  • Komandan   ke-13 dijabat oleh Kolonel   Rauf Effendi   dari tahun 1974 s.d  1976.
  • Komandan  ke-14 dijabat   oleh   Kolonel   R. Komar D. dari  tahun 1976 s.d 1980
  • Komandan  ke-15  dijabat oleh Kolonel Inf Ojik Suroto dari tahun 1980 s.d 1982.
  • Komandan ke-16 dijabat oleh Kolonel Art Ateng Wahyudin dari tahun 1982 s.d 1983.
  • Komandan  ke-17 dijabat oleh  Kolonel Art R. Nuriana  dari tahun 1983 s.d 1987.
  • Komandan ke-18 dijabat  oleh Kolonel  Inf Muzani   Syukur  dari tahun 1987 s.d 1988.
  • Komandan ke-19 dijabat oleh Kolonel Inf  Maman Herawan dari  tahun 1988 s.d 1990
  • Komandan  ke-20  dijabat  oleh Kolonel Inf  Ilyas Yusuf dari  tahun 1990 s.d 1991.
  • Komandan  ke-21 dijabat oleh Kolonel Inf Soewignyo dari  tahun  1991 s.d 1992.
  • Komandan ke-22 dijabat oleh Kolonel Inf Suljana WH. dari tahun 1992 s.d 1993.
  • Komandan  ke-23  dijabat  oleh  Kolonel  Inf  Sutiyoso  dari   tanggal 01-11--1993 s.d 1-12-1994.
  • Komandan  ke-24  dijabat oleh Kolonel Inf Syahrir MS. dari tanggal 01-12--1994 s.d 1-03-1995.
  • Komandan ke-25 dijabat oleh Kolonel Inf Sjafrie Sjamsoeddin dari tanggal 1-03-1995 s.d 1-02-1996.
  • Komandan ke-26 dijabat oleh Kolonel Inf  Eddi Budianto dari tanggal 01-02--1996 s.d 1-05-1998.
  • Komandan ke-27 dijabat oleh Kolonel Inf Suprapto, S.Sos. dari tanggal 01-05-1998 s.d 1-04-2000.
  • Komandan ke-28 dijabat oleh Kolonel Inf Darlan, S.IP dari  tanggal 01-04-2000 s.d 12-11-2000.
  • Komandan ke-29 dijabat oleh Kolonel Inf Drs. Mulyono dari tanggal 01-12-2000 s.d  01-02-2003
  • Komandan  ke-30  dijabat  oleh  Kolonel  Czi  Budiman dari tanggal 15-09-2003 s.d 15-04-2005
  • Komandan ke-31 dijabat oleh Kolonel Inf  Edhy Ryanto dari tanggal 15-04-2005 s.d 26-09-2006.
  • Komandan  ke-32 dijabat oleh Kolonel Inf Gatot Nurmantyo dari tanggal 26-09-2006 s.d  tahun 2007.
  • Komandan ke-33 dijabat oleh Kolonel Inf Amrid Salas Kembaren.
  • Komandan ke-34 dijabat oleh Kolonel Inf Agus Sutomo dari tahun 2008 s.d tahun 2010.
  • Komandan ke-35 dijabat oleh Kolonel Inf Doni Monardo dari tanggal  28-06-2010 s.d 14-04-2011.
  • Komandan ke-36 dijabat oleh Kolonel Kav Kustanto Widiatmoko   dari   tanggal 14-04-2011 s.d 08-03-2012
  • Komandan ke-37 dijabat oleh Kolonel Inf A M Putranto, S.Sos dari 08-03-2012 s.d 04-11-2012
  • Komandan ke-38 dijabat oleh Kolonel Inf Agus Rohman dari 04-11-2012 sampai sekarang
5. Banyak peranan dan pelaksanaan tugas yang telah diemban oleh Korem 061/Suryakancana, baik penugasan operasi, Pengamanan Pemilu maupun pengamanan VVIP dsb.   Saat ini Korem 061/Suryakancana  sebagai Sub Kompartemen strategis Kodam  III/Slw  membawahi beberapa Komando Pelaksana dan Satuan Dinas Jawatan sbb :
  • Kodim 0606/Kodya Bogor yang berkedudukan di Kodya Bogor.
  • Kodim 0607/Sukabumi yang berkedudukan di Sukabumi.
  • Kodim 0608/Cianjur yang berkedudukan di Cianjur.
  • Kodim 0621/Kab. Bogor yang berkedudukan di Cibinong.
  • Yonif 315/Grd yang berkedudukan di Gunung Batu Bogor.
  • Denpom III/1 Bogor.
  • Denkesyah 03.04.01.
  • Denpal 03.12.02.
  • Denbekang III.44.01.
  • Denzibang 2/III.
  • Denhubrem.
  • Ajen Rem 061/Sk.
  • Pekas Gabrah 20 NA. 2.05.04.
Mengantisipasi tuntutan dan tantangan tugas masa kini dan masa depan Korem 061/Suryakancana dengan landasan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta 8 Wajib TNI senantiasa memantapkan peranan dan kejuangan dalam rangka pembinaan kewilayahan.     
 

Lambang dari KOREM 061/Suryakancana adalah Badak putih.